Pemko Pekanbaru Siapkan Droping Khusus Atasi Kelangkaan Minyakita

Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut

PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan sekaligus lonjakan harga minyak goreng subsidi Minyakita yang belakangan ini makin meresahkan masyarakat.

Selain sulit ditemukan, harga Minyakita di pasaran juga melambung hingga kisaran Rp19.000–Rp20.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Sebagai respons, Pemko Pekanbaru telah memanggil seluruh distributor guna menelusuri penyebab terganggunya pasokan. Dari hasil penelusuran di lapangan, ditemukan adanya kekurangan suplai dari distributor yang berimbas pada kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat pasar.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, menegaskan, sudah meminta distributor untuk kembali menyalurkan Minyakita sesuai alokasi yang telah ditentukan di masing-masing pasar.

“Kita juga sudah minta alokasi itu sudah jelas per pasar itu, misalnya 10 ton atau 20 ton,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Tak hanya mengandalkan jalur distribusi konvensional, Pemko juga menyiapkan skema tambahan berupa dropping khusus ke pasar-pasar yang mengalami kekurangan pasokan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ketersediaan sekaligus menekan harga di pasaran.

“Ada alokasi khusus. Sistem distribusi, selain jalur konvensional, nanti juga ada alokasi per pasar. Ada droping khusus,” jelasnya.

Menurut Ingot, kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pembenahan distribusi yang selama ini dinilai belum optimal. Pemerintah menemukan indikasi adanya ketidaktepatan jalur distribusi, sehingga Minyakita tidak sepenuhnya sampai ke pedagang maupun konsumen akhir.

Dengan pola distribusi baru yang lebih terukur, setiap pasar akan memperoleh jatah pasokan yang jelas. Selain memudahkan pengawasan, skema ini juga diharapkan mampu mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga oleh pihak tertentu.

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan langkah lanjutan berupa operasi pasar apabila harga Minyakita belum menunjukkan penurunan signifikan. Intervensi ini rencananya akan melibatkan Bulog untuk menjual minyak goreng dengan harga lebih terjangkau guna menstabilkan pasar.

Polemik kelangkaan Minyakita sebelumnya juga sempat mendapat sorotan dari DPRD Pekanbaru yang menilai perlunya langkah lebih tegas dan terukur dari pemerintah daerah. Kini, dengan adanya dropping khusus dan penguatan pengawasan distribusi, Pemko optimistis kondisi akan segera membaik.

“Kalau distribusinya sudah jelas dan pasokan cukup, tidak ada lagi ruang untuk spekulasi,” tegas Ingot.

Pemko Pekanbaru juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata. Ke depan, pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola distribusi bahan pokok penting lainnya guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan di tengah dinamika ekonomi.***


[Ikuti Zonapekan.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar