Manfaatkan Tanaman Sereh

KKN UMRI Kelompok 4 Gelar Sosialisasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk Bersama Ibu-Ibu RT 04 Kelurahan Tampan

KKN UMRI Kelompok 4 Gelar Sosialisasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk

PEKANBARU- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, mengajak masyarakat memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar untuk membuat spray pengusir nyamuk.

Edukasi tersebut dilakukan bersama ibu-ibu warga RT 04, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui edukasi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan spray berbahan dasar sereh.

Ketua KKN Kelompok 4, Reza Putra Pratama, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai alternatif sederhana dalam membantu mengurangi gangguan nyamuk dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh.

“Nyamuk merupakan salah satu serangga yang dapat menjadi perantara berbagai penyakit, termasuk DBD (Demam Berdarah Dengue) dan malaria. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan upaya pencegahan terhadap gigitan nyamuk merupakan hal yang penting,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sereh dipilih sebagai salah satu bahan utama karena memiliki aroma khas yang dikenal dapat membantu mengusir serangga. 

Selain mudah ditemukan dan relatif terjangkau, sereh juga merupakan tanaman yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah dikenali dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Penanggung jawab Sosialisasi 1, Alya Nafisah Zahira, menjelaskan, penggunaan sereh diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan tanaman yang ada di lingkungan sekitar.

“Sereh mudah ditemukan di sekitar kita dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar spray pengusir nyamuk. Namun, spray yang dibuat dalam kegiatan ini merupakan produk sederhana berbahan alami sehingga daya simpannya terbatas, yaitu sekitar tiga hingga lima hari pada suhu ruang,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kelompok 4 KKN UMRI mempraktikkan pembuatan spray dengan bahan-bahan yang sederhana. 

Bahan yang digunakan antara lain batang sereh segar, 500 ml air, 100 ml alkohol 70 persen atau vodka, satu botol aquadest 240 ml, serta botol spray bersih sebagai wadah.

Sementara itu, alat yang digunakan meliputi pisau, panci, saringan, dan corong.

Proses pembuatan diawali dengan mencuci sereh hingga bersih, kemudian sereh dimemarkan atau dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Setelah itu, sereh direbus bersama 500 ml air selama kurang lebih 15–20 menit.

Setelah air rebusan dingin, cairan disaring untuk memisahkan air rebusan dari ampas sereh. Selanjutnya, air rebusan tersebut dicampurkan dengan alkohol dan aquadest, 

kemudian diaduk hingga merata. Campuran yang telah siap kemudian dimasukkan ke dalam botol spray menggunakan corong.

“Metode pembuatan Spray anti nyamuk berbahan serai ini ada 2 yang kami gunakan saat ini adalah metode paling mudahnya, hanya menggunakan air rebusan daun sereh. Untuk metode lain menggunakan tambahan berupa minyak atsiri dari serehnya, sehingga aroma yang dihasilkan oleh serehnya juga lebih kuat dibanding yang hanya menggunakan rebusan sereh saja”,jelasnya.

Selama proses berlangsung, ibu-ibu RT 04 turut mengikuti setiap tahapan dan mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung cara pengolahan bahan hingga menjadi spray yang siap digunakan.

Penanggungjawab sosialisasi 2, Raffi Septiawan, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada saat sosialisasi saja, 

tetapi dapat memberikan keterampilan yang bisa diterapkan masyarakat secara mandiri.

“Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan memiliki pengetahuan mengenai cara membuat spray sederhana sebagai salah satu upaya untuk mengurangi gangguan nyamuk,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung di samping Depot Air, tidak jauh dari kediaman Ketua RT 04, ini menjadi salah satu program kerja Kelompok 4 KKN UMRI dalam memberikan edukasi yang bersifat praktis dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRI dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Esti Raihana, M.Pd.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 4 KKN UMRI berharap edukasi sederhana mengenai pemanfaatan sereh dapat menambah pengetahuan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar,

Pelaksanaan program ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari tema utama KKN Kelompok 4 Kelurahan Tampan, yaitu ‘Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi dan Kepedulian Lingkungan’. 

Tema tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang edukatif dan aplikatif serta diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat di Kelurahan Tampan.***

 


[Ikuti Zonapekan.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar