PSBM di Empat Kecamatan Pekanbaru, 1.330 Kasus Covid Malah Muncul, Ini Datanya


PEKANBARU- Sebanyak 1.330 pasien positif Corona justru muncul saat penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) diberlakukan di empat kecamatan di Kota Pekanbaru selama dua pekan.

Padahal dalam kebijakan PSBM tersebut diatur tentang aktivitas masyarakat mulai dari pukul 21.00-07.00 WIB.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Dokter Zaini Rizaldy, mengatakan, sebaran kasus Corona tertinggi masih terjadi di Kecamatan Tampan meski di wilayah itu sudah diberlakukan PSBM untuk kedua kalinya.

Sebaran kasus corona selama PSBM di Kecamatan Tampan terdiri dari Kelurahan Sidomulyo Barat sebanyak 60 orang pada PSBM tahap pertama sejak 15-29 September. 

Sedangkan jumlah pasien Corona pada PSBM tahap kedua sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 174 orang.

Kelurahan Delima sebanyak 65 orang pada PSBM tahap pertama. Sedangkan jumlah pasien Corona sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 142 orang.

Kelurahan Tuah Karya 69 orang pada PSBM tahap pertama pada 15-29 September. Sedangkan jumlah pasien corona sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 132 orang.

Kelurahan Simpang Baru 46 orang pada PSBM tahap pertama pada 15-29 September. Sedangkan jumlah pasien corona sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 114 orang.

Kelurahan Tobek Godang 17 orang pada PSBM tahap pertama pada 15-29 September. Sedangkan jumlah pasien corona sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 39 orang.

Kelurahan Sialang Munggu 25 orang pada PSBM tahap pertama pada 15-29 September. Sedangkan jumlah pasien corona sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 33 orang (sebelumnya 35).

Kelurahan Air Putih 11 orang pada PSBM tahap pertama pada 15-29 September. Sedangkan jumlah pasien corona sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 27 orang.

Kelurahan Bina Widya 3 orang pada PSBM tahap pertama pada 15-29 September. Sedangkan jumlah pasien corona sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 9 orang.

Kelurahan Tuah Madani nihil pada PSBM tahap pertama pada 15-29 September. Sedangkan jumlah pasien corona sejak 29 September hingga 14 Oktober mencapai 1 orang.

“Total pasien corona selama sejak PSBM pertama di Kecamatan Tampan hingga saat ini mencapai 671 orang,” ungkap Dokter Bob, sapaan akrabnya.

Sementara itu, PSBM juga dilakukan di tiga kecamatan yaitu Bukit Raya, Payung Sekaki mulai 30 September. Dinkes telah mencapai jumlah pasien corona hingga 14 Oktober.

Rinciannya, Kecamatan Bukit Raya yang terdiri dari Kelurahan Simpang Tiga dengan jumlah pasien corona mencapai 71 orang. Kelurahan Tangkerang Utara jumlah pasien corona mencapai 96 orang.

Kelurahan Tangkerang Selatan jumlah pasien corona mencapai 42 orang.

Kelurahan Tangkerang Labuai jumlah pasien corona mencapai 40 orang.

Kelurahan Air Dingin jumlah pasien corona mencapai 28 orang. Total pasien corona di lima kelurahan 277 orang.

Sementara itu, Kecamatan Payung Sekaki juga menjalani PSBM. Pasien corona yang tercatat Kelurahan Labuh Baru Timur 51 orang.

Kelurahan Labuh Baru Barat mencapai 42 orang. Kelurahan Tampan jumlah pasien corona mencapai 20 orang.

Kelurahan Air Hitam jumlah pasien corona mencapai 15 orang. Kelurahan Bandar Raya jumlah pasien corona mencapai 9 orang.

Kelurahan Sungai Sibam jumlah pasien corona mencapai 3 orang. Kelurahan Tirta Siak jumlah pasien corona  mencapai 3 orang. Total pasien 143 orang.

Sementara itu, pasien corona juga terdapat di Kecamatan Marpoyan Damai. Jumlah pasien corona di Kelurahan Tangkerang Tengah mencapai 74 orang.

Kelurahan Sidomulyo Timur mencapai 58 orang. Kelurahan Tangkerang Barat mencapai 40 orang.

Kelurahan Maharatu mencapai 48 orang. Kelurahan Perhentian Marpoyan mencapai 12 orang.

Kelurahan Wonorejo mencapai 7 orang. Total pasien di Kecamatan Marpoyan Damai 239 orang. Total keseluruhan pasien corona di empat kecamatan ini 1.330 orang.***

 


[Ikuti Zonapekan.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar